Aplikasi Perhitungan Exhaust

exhaustbacpressureOk langsung aja pada studi kasus, yang paling teringat dan terdokumentasi oleh saya adalah pada mobil EG (Honda Estilo) Touring ITCC milik Team AP-Speed pada 2006. Pada tahun tersebut saya masih sangat aktif bersama Apre AP-Speed melakukan berbagai riset bersama, tentunya saya fokus pada exhaust.

Basic mesin tersebut menggunakan Honda D16A6, camshaft Wade 280 derajat (in ex), kompresi 12.5:1, Header DC Sports 41, dan internal lainnya yang didesain oleh AP-Speed untuk durable s/d 8500 rpm. Kepala mekanik merequest header riset untuk menghasilkan torsi peaked pada rpm 6250, karena pada rpm 6250 itulah driver biasanya sedang berada dipertengahan tikungan dan siap mengangkat putaran mesin untuk berakselerasi memasuki trek lurus. Termasuk driver sangat handal yang bisa menjaga putaran mesin. Oh ya pesanan nya “Kalau bisa , improve dari DCsports yang sudah ada” :)

Ok, spec engine dan requestnyanya

  • Mesin 1600 cc, berarti 400 cc per cylinder.
  • Camshaft 280 degree duration (in ex)
  • request full torque mulai dari 6250 RPM
  • Max rev 8500 RPM

RPM Max Horsepower dari rumus di bawah qt estimasi = Peak torque 6250 RPM x 1,19 = 7437 RPM (diharapkan).

Peak HP pada 7437 (sebut 7500 lah+-), ngopernya umumnya bisa 10% lebih tinggi dari peak HP 7500 RPM. Berarti ngoper nya +-8250 RPM.

Ahh, masih aman! Masih dibawah 8500 RPM :)

 

  • Kita hitung panjangnya dari rumus di Page Ini

Panjang Primarry = Lex = (83,2 x (280 derajat – 30) x 427m/s ) : (1,5 x 7500 rpm)= 789mm,

Atau 79cm.

Nah 79cm itu panjang total runner, dari valve head sampai kolektor, sedangkan panjang lorong exhaust port honda D16A6 sepanjang 3cm. Maka panjang runner header ialah 79cm – 3cm = 76cm. <— Dapet deh panjang pipa header nya sepanjang 76cm.

 

  • Lanjut, diameter pipa header, rumus dari page : dimari

Diameter inlet pipe = Din = 2 x (Akar kuadrat dari( (400 cc x 6250 rpm ) / (76.2 m/s x 94.2))) = 37.3mm

Nah, ketemu kan 37,3mm Inlet diemeter header runner yang dibutuhkan.

Naaah, dulu saya pakainya pipa mild steel yang ketersediaan pabriknya diameter lompat dari 32 mm-36mmm-40 mm. Repot donk nyari yang 37,3 mm ga ada. Disinilah qt harus putar otak. Gunakan Stepp tubing, selain kita bisa mendapatkan diameter rata-rata yang ideal, kita pun mendapat nilai lebih dari antireversion si step tubing tersebut. Pakai pipa awal 36mm dan step ke 40mm, panjang nya masing kita bagi dua, 76cm : 2 = 38cm. Lhooo kan kalo dari (36+40)/2 hasilnya masih 38mm.

Naahhhhhh, konstruksi header pada honda estilo hanya punya dua tekukan, didepan head, dan sebelum belok kolong karter, disinilah kita mainkan penekukan yang mulus didepan head agak kempot membuat awalan pipa 36 tadi menjadi memiliki diameter rata2 jadi 35.5+-, dan tekukan sebelum masuk kekarter agak kempot juga yang menjadikan pipa 40mm tadi memiliki diameter rata2 jadi 39.5. (35.5+39.5)/2 = 37.5mm, yaaahhh deviasi dari 37.3mm masih +- dibawah 0.5mm. Kalau mau akurat lagi boleh diukur lewat dimasukan cairan diukur volumenya dengan rumus volume tabung/silinder. (tapi kerajinan amat :D )

Lhooo koq di kempot2in?? Bottleneck donk??? Jelek donk???

Entarrr duluuu, perhatiin itu terjadinya tekukan mengecil ada dimana, Perhatikan lagi deh diatas lhooo , hasilnya akan seperti ini :

“Awal keluar head – lanjut ke 36mm straight – lanjut ke pipa 40mm yang langsung ditekuk agak kempot (jangan ampe blenyek, harus tetep diatas 36mm inletnya – lanjut straight 40mm”.

Dari situ terlihat, yang ada area runnernya dari kecil semakin membesar terus, progressives! Stepped and Progressive Tappered! Aliran udara semakin keluar semakin menemukan area yang lebih besar dan besar. Sangat ideal untuk pergerakan fluida yang mengalir !

 

  • Lanjut kolektornya (digunakan juga untuk acuan diameter inlet piping kebelakang)

Diameter Inlet Kolektor = Dk = 2 x (Akar kuadrat dari( (400 cc x 6250 rpm ) / (38.1 m/s x 94.2))) = 52.8mm

Dari permulaan kolektor dimana pipa 4 buah menyatu, kita buatkan kerucut sebagai Dumped Colector dengan sudut mengecil 8 derajat sampai mengerucut ke ujungnya +- 52.8mm.

Nah, jadi deh konstruksi header kita.

Penampakan si butut :

5768_1102048146560_953839_n

 

2006 lalu ORD jual cuma 950rb :D :D :D

VS

DC Sports

dulu udah 4jt – an yah :D

Oh ya, mobil ini dari awal menggunakan piping 2.25 inch. Inletnya kurang lebih 54mm. Cukup mendekati dari request collector inlet sebesar 52.8″. Dan juga mufflernya dia pakai custom inlet 2.5″. Cek rumus dan tabel dimari : Klik Mari

Estimasi debit udara gas buang mesin ini : (1600cc/2) x (8250/28317)x 4 cyl = 932 CFM. Estimasi.

Dari tabel estimasi, Muffler Freeflow 2 ½ Inch mampu mengalirkan 800 CFM, kurang dikit yaahh. Ok lah, tapi adanya itu doank udah terlanjur bikin waktu itu. Tabelnya juga estimasi pendekatan dari Perfomancetrends Inc.

Mari qt coba header qt back to back dgn DCsports dan sisanya semua sama.

 

Ok langsung qt cek dyno Sigma Speed :

ord dc

https://www.facebook.com/ord.engine/media_set?set=a.10201119829493010.1073741830.1087407201&type=3

Ehhh, si butut yang sambung-sambungan ada lebihan bonus +-7.7hp dari DC-Sports!! Hehehe, dont judge a book by its cover :)))))

As requested before : “Kalau bisa ngalahin DCsports” <————— Mission Accomplished :)

 

 

 

nb :

  • science itu berkembang, pengetahuan dan penemuan baru juga berkembang, tidak ada yang lebih pintar dan tidak ada yang lebih bodoh, so tidak menutup kemungkinan saya dan qt semua menerima mengaplikasikan pengetahuan baru tentang exhaust didapat kemudian hari :) .

 

Penampakan EA Pro V2.1

FacebookTwitterGoogle+Bookmark/FavoritesShare