Resonator Design

Resonator adalah bagian setelah header yang berfungsi sebagai peredam suara. Ya, memang fungsinya hanya penghalus suara. Tapi, bilamana dimensi dari resonator tersebut asal-asalan. Hasilnya pun akan merugikan bagi mesin kendaraan, boros dan tenaga loyo, terkadang malah suara malah menggelegar macam angkot, bukannya teredam dengan manis seperti suara sports car.

Kriteria Resonator yang baik ialah :

  • Mampu meredam suara yang baik (ini sebenarnya masalah selera, tapi yang jelas gak mau suara kayak angkot knalpot bocor kan 😀 ).
  • Tidak restrictive, atau mampu mengalirkan debit udara sebesar yang dikeluarkan mesin, satuannya CFM. Oleh karena itu, kita harus bisa tahu atau paling tidak memperhitungkan estimasi debit udara yang dikeluarkan oleh mesin mobil kita. Namun tidak pula bisa menggunakan Resonator ber inlet sebesar-besarnya demi debit besar, karena akan terjadi Lack of Velocity atau aliran udara yang kecepatannya terlalu rendah. “Bigger Not Always Better“. Dibawah ini ada perhitungan singkat untuk estimasi debit udara yang keluar dari mesin kita, dan juga tabel estimasi sebagai panduan singkat untuk memilih inlet dari sebuah resonator.

Oppsss,, salah, maksudnya rumus dan tabel pendekatan dibawah ini    :

cfm all

Tabel Debit Udara Dari Berbagai Ukuran Inlet Resonator & Muffler Freeflow

Ukuran Inlet

Debit ( CFM )

Mufler Freeflow 1 ½ Inch

Mufler Freeflow 1 ¾ Inch

Muffler Freeflow 2 Inch

Muffler Freeflow 2 ¼ Inch

Muffler Freeflow 2 ½ Inch

Muffler Freeflow 2 ¾ Inch

Muffler Freeflow 3 Inch

200

315

500

625

800

1030

1215

Tabel (pendekatan) From : PerformanceTrends, Inc.

Nb : Rumus diatas adalah pendekatan singkat, konstantanya menggunakan asumsi Volumetric Efficiency dari mesin yang digunakan sebesar 100%. Tiap kondisi mesin berbeda berbeda (Pnp, non Pnp, Stock Cam, Big Cam), volumetrik effisiensinya berbeda pula. Jadi rumus ini hanya pendekatan singkat yang bisa dijabarkan pada artikel ini, karena penjabaran mengenai parameter penentu volumetric effisiensi sangat banyak dan akan mencakup keseluruhan dari parameter yang bekerja dalam mesin 4 tak, dan akan keluar dari pembahasan exhaust. Namun bagi yang ingin  mempelajari silahkan klik disini : http://www.4shared.com/rar/9CFL8MBSba/skripsi.html?

  • Kalau perlu dapat bekerja sebagai anti reversion. Karena letaknya ditengah, perjalanan gas buang masih panjang, dari sisa perjalanan  sampai ke muffler dan lalu ke area open atmoshpere banyak sekali kemungkinan terjadinya restriction yang dapat menimbulkan backpressure yang besar. Oleh karena itu dapat fitur antireversion dapat digunakan untuk mengantisipasi backpressure, hal ini sangat membantu terutama pada mobil bertransmisi automatic yang membutuhkan torsi besar pada putaran mesin rendah

Antireversion

 Nah, bentuk antireversion pun tidak hanya seperti yang ada pada gambar diatas. Wujudnya dapat berupa-rupa. Tapi memiliki fungsi yang sama, yaitu “Membuat lancarnya aliran flow searah dengan pembuangan, namun memiliki fitur yang dapat menahan tekanan negatif yang balik menuju ruang bakar“.  Hayoooo, sudah di cek belum pemasangan resonator racing pada kendaraan qt?? Banyak lho yang salah kaprah malah memasangnya dengan cara terbalik, tenaga mesin jadi loyo, dan sudah pasti boros 🙂