Piping Design

Piping adalah bagian dari exhaust yang menghubungkan beberapa exhaust parts dari Header/Downpipe, Resonator, Catalityc Converter, Muffler. Piping yang berada tepat setelah Header / Downpipe biasa dinamakan “Frontpipe. Piping yang bergabung dengan resonator atau sesudah resonator biasa di sebut “Centerpipe“.

Penggunaan piping yang ideal adalah sangat penting. Karena piping harus mampu melepaskan seluruh sisa gas buang dengan cepat, steady dan dengan air speed yang terjaga.

Rumus menghitung diameter pipa ideal sebenarnya juga menggunakan perhitungan air speed yang sama seperti kolektor. Rumus dibawah :

 

Nah setelah didapat diameter inlet piping ideal, lantas bagaimana konstruksi piping yang baik itu?

  • Sambungan didalamnya harus rapih agar tidak turbulen, piping maupun header biarpun las luarnya buluk biarin aja! yang penting itu dalamnya! Kadang engineer perlu mengorbankan estetika mata demi keinginan fluida yang sangat berpengaruh pada performa.
  • Kalau bisa sudut membelok selandai mungkin. Lebih baik lagi menggunakan elbow yang tidak mengecil. Walau tidak semua mobil bisa didesain semau perut kita.
  • Penempatan resonator dapat memberikan efek resonance tuning juga (walaupun minim sekali), idealnya jarak dari kolektor header sampai ke resonator ialah sepanjang pipa header tersebut +- 60 s/d 90 cm, Agar baik bagi torque dari 3000-4500 RPM. Untuk Race Car yang fokus pada torsi di rpm 4000-9000 bisa gunakan 30 s/d 70cm jarak resonator dengan headernya. (Tapi tidak semua mobil flexible untuk penempatan resonator, jadi jangan terlalu ambil pusing, efeknya minim).
  • Bagi yang tidak perduli pada katalik konverter, bisa diganti space katalik konverternya untuk resonator, mesin akan lebih powerfull bila katalik konverter diganti dengan resonator. (hati2 kualat sama bumi, ozon menipis, saya bukan menganjurkan copot CC).
  • Bila tidak didapat pipa yang tersedia bisa juga menggunakan step piping untuk mendapatkan diameter rata-rata yang dinginkan, dari ukuran lebih kecil kebelakangnya menggunakan ukuran sedikit lebih besar. Ini baik untuk antireversion.
  • Perhatikan inlet reson yang berada ditengah, dan juga muffler yang ada di ujung, jangan sampai lebih kecil daripada piping

 

Ingat sifat fluida, selalu ingin mencari area yang lebih luas, area yang mengalir dari tekanan tinggi ke area bertekanan rendah, kecepatan tinggi ke kecepatan rendah. Jadi arah dari header sampai muffler-tailpipe tidak boleh ada dari diameter besar, lantas mengunakan piping / reson / muffler yang lebih kecil dibelakangnya.

Nampaknya itu saja yang penting, bilamana ada yang saya rasa perlu ditambakan nanti saya tambahkan.

 

Happy Driving :)

 

FacebookTwitterGoogle+Bookmark/FavoritesShare